Pengertian Domain Name System (DNS) dalam Website

3 Nov, 2018 | Ditulis oleh Bayu Adin DNSWebsite

Forwarder DNS

Jika kita menjelajah internet dengan keseruan-keseruan yang ada didalamnya, tentunya hal ini sangatlah menyenangkan. Salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari internet adalah website. Bagi kalian yang menekuni bidang ini, maka kalian harus belajar tentangnya secara menyeluruh. Salah satu bahasan yang paling mendasar adalah Domain Name System (DNS). Kadang kala kita sebagai developer tidak mengetahui DNS. Untuk itu, kali ini kita akan membahasnya secara menyeluruh agar dapat dipahami dengan jelas. Selain pengertian DNS, nantinya kita juga akan membahas fungsi, struktur, dan lain sebagainya.

Apa Itu Domain Name System?

Domain Name System sering disingkat menjadi DNS. Arti DNS adalah sebuah database yang menggunakan sistem terdistribusi dengan konsep client & server. Jika kita menganalogikan DNS maka seperti penggunaan buku telepon. Apabila kita ingin menghubungi seseorang via telepon, maka kita bisa menghubungi berdasar nama yang ada di daftar buku telepon. Begitu pula cara kerja DNS, ketika ingin mengunjungi suatu website maka website tersebut akan dicari pada suatu list database dan kemudian akan diarahkan ke IP server yang benar.

Fungsi Domain Name System

Setelah mengetahui pengertian dari Domain Name System, kita juga harus tahu fungsi dari DNS. Fungsi utama DNS adalah menerjemahkan nama-nama host menjadi alamat IP ataupun sebaliknya. Dengan cara seperti ini, maka suatu website akan mudah diingat pengguna karena hanya menggunakan nama wesbite atau lebih dikenal dengan “Domain”. Selain itu, karena DNS bekerja secara terdistribusi maka DNS memiliki fungsi untuk memberikan informasi suatu host ke jaringan internet di seluruh dunia.

Kelebihan Domain Name System

Dalam melakukan pencarian di internet, kita bisa saja menggunakan IP address. Akan tetapi, hal itu tentu sangat menyulitkan. Itulah kenapa diperlukan adanya Domain Name System. Dengan menggunakan DNS maka pengguna internet akan merasa termudahkan untuk mengunjungi suatu website tanpa harus mengakses melalui IP website tersebut karena DNS yang akan menerjemahkan dari suatu nama ke bentuk IP melalui hostname. DNS juga bersifat konsisten, karena DNS tidak seperti IP address yang bisa berubah-ubah.

Struktur Domain Name System

Struktur DNS

Jika diibaratkan, struktur Domain Name System adalah seperti struktur pohon yang terbalik karena puncaknya adalah akar atau yang sering disebut sebagai root node. Pada setiap node di pohon tersebut, terdapat keterangan seperti.com, .org, dan lain sebagainya. Agar lebih mudah memahami struktur dari DNS, maka komponen-komponen domain diklasifikasikan atau dikelompokkan menjadi sebuah hirarki sebagai berikut:

  1. Root Level Domain

Root Level Domain adalah puncak hirarki. Root level domain biasanya diekspresikan berdasarkan suatu periode.  Root Level Domain memiliki sebuah ciri khas berupa lambang titik (.) yang berada di belakang domain. Contohnya adalah www.daiserver.com yang mana titik sebelum org adalah yang dimaksud dengan root level domain.

  1. Top Level Domain

Berbeda dengan hirarki pertama tadi, Top Level Domain adalah kata yang terletak paling kanan atau paling akhir suatu domain. Pada contoh www.daiserver.com di atas, yang dimaksud dengan Top Level Domain ialah .com. Perlu diketahui juga, Top Level Domain bisa berisi Second Level Domain serta host.

Kemudian, Top Level Domain dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

  • Generic / General Top Level Domain (GLTD)

Kelompok ini adalah Top Level Domain yang sifatnya umum. Misalnya adalah *.com yang biasanya digunakan untuk komersial. Selain itu, ada juga *.edu yang umumnya digunakan oleh sebuah institusi yang bergerak di bidang pendidikan. Kemudian, contoh lain adalah *.gov yang ditujukan untuk instansi-instansi pemerintahan. Lalu, ada juga *.org yang biasanya digunakan untuk kelompok atau organisasi non-profit.  Beberapa contoh lain adalah *.net untuk organisasi networking, *.mil untuk organisasi kemiliteran, dan tentunya masih ada ratusan ekstensi domain lainnya.

  • Country Code Top Level Domain (CCLTD)

Ada juga domain yang bersifat khusus untuk negara-negara tertentu saja. Nama domain ini didasarkan pada inisial suatu negara. Sebagai contoh, CCLTD untuk negara Indonesia adalah *.id, untuk Amerika Serikat adalah *.us, untuk Inggris adalah *.uk, untuk Malaysia adalah *.my, untuk Perancis adalah *.fr, dan lain sebagainya.

  1. Second Level Domain

Dari pengertian Domain Name System sebelumnya, kita bisa mengetahui bahwa Second Level Domain bisa berisi host serta domain lain. Second Level Domain ini merupakan nama domain yang kita daftarkan kepada registar. Contohnya, pada domain www.daiserver.com, yang disebut dengan second level domain adalah kata “daiserver”

  1. Third Level Domain

Third Level Domain adalah kebalikan dari Top Level Domain karena letaknya berada pada paling kiri atau awal domain. Third Level Domain dibatasi menggunakan titik (.). Pada contoh www.portal.daiserver.com, yang dimaksud dengan third level domain adalah kata pertama yaitu “portal”. Biasanya Third Level Domain sering dikenal dengan sebutan “Subdomain

Komponen Domain Name System

DNS Record Sequence

Setelah memahami pengertian, struktur, dan fungsi DNS, maka kini beralih ke komponen penyusun dari DNS. Terdapat 3 komponen yang harus diketahui yaitu:

  1. DNS Resolver

DNS Resolver mrupakan sebuah program DNS client yang berasal dari komputer user/pengguna dan menghasilkan DNS Request. Resolver diperlukan untuk menjawab semua pertanyaan yang masuk mengenai domain.

  1. Recursive DNS Server

Recursive DNS server akan meneruksan pencarian DNS berdasarkan respons atau balasan dari DNS Resolver untuk selanjutnya memberikan jawaban ke DNS Resolver.

  1. Authoritative DNS Server

Authoritative DNS server merupakan komponen untuk memberikan respon (balasan) setelah recrusive DNS server melakukan pencarian. Respon yang diberikan bisa berupa penyerahan ke authoritative DNS server yang lain.

Cara Kerja Domain Name System

Terakhir, kita akan membahas mengenai cara kerja DNS. Dalam menjalankan fungsinya, DNS server membutuhkan program klien yaitu resolver untuk menghubungkan komputer user dan server. Resolver tersebut ialah web browser & mail client. Itulah kenapa kita harus menginstal web browser / mail client di komputer agar terhubung ke server. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai cara kerja DNS:

  1. Resolver akan melakukan sebuah pencarian alamat host di file HOST. Apabila sudah ditemukan & diberikan, proses selesai.
  2. Selanjutnya Resolver akan melakukan pencarian di data cache. Setelah pencarian selesai, maka resolver menyimpan permintaan sebelumnya. .
  3. Resolver kemudian melakukan pencarian di alamat server pertama, yang mana ditentukan oleh pengguna berdasarkan ISP yang digunakan oleh pengguna.
  4. Server ditugaskan mencari nama domain di cache.
  5. Jika nama domain tidak ditemukan oleh server, pencarian dilakukan dengan melihat dari file database yang dimiliki server.
  6. Jika ternyata masih tidak ditemukan juga, pencarian akan dilakukan dengan cara menghubungkan server lain yang terkait dengan server tersebut. Setelah itu, ia akan disimpan di cache dan hasilnya diberikan melalui web browser ke klien.

Tentunya proses-proses diatas dilakukan dengan sangat cepat, sehingga kita sebagai pengguna tidak merasakan proses tersebut.

Itulah pengertian dari Domain Name System dan beberapa hal penting yang berhubungan dengannya. Sekarang, bagi yang tertarik dengan dunia website tentunya sudah tidak akan bingung lagi dengan istilah-istilah yang terkait dengan DNS. Apabaila ada pertanyaan mengenai DNS, silahkan mengirim pertanyaan atau bantuan melalui [email protected] Kami siap membantu segala pertanyaan yang ada untuk memudahkan kamu memilih layanan yang sesuai.

Ingin Punya Toko Online ? Bikin Websitenya di DAISERVER

Mudah, Nyaman, dan Cepat Prosesnya

Bikin Sekarang

NEWSLETTER